Rencana Pemerintah dalam Mengurangi Tingginya Tingkat Pengangguran

Sebagai negara berkembang dengan jumlah penduduk yang terhitung padat, membuat tingkat pengangguran di Indonesia semakin hari menjadi semakin tinggi. Hal ini pun menjadi salah satu tugas berat yang harus diselesaikan oleh pemerintah. Karena secara tidak langsung, tingginya tingkat pengangguran pun akan memberikan kerugian kepada negara.

Untuk menyelesaikan permasalahan ini, pihak pemerintah memiliki rencana untuk membuat program Kartu Pra Kerja untuk dijadikan sebagai salah satu upaya untuk mengurangi tingginya tingkat pengangguran di Indonesia. Awal mula ketika muncul isu terkait dengan program Kartu Pra Kerja, tidak sedikit masyarakat Indonesia yang mengalami kebingungan dalam memahami tujuan dari program ini.

Sebagian besar masyarakat Indonesia beranggapan bahwa Kartu Pra Kerja digunakan untuk menggaji para pengangguran. Hal ini pula yang membuat banyak masyarakat Indonesia kontra dengan rencana diluncurkannya Kartu Pra Kerja. Untuk meluruskan asumsi yang sudah terlanjur berbeda-beda, kamu harus mengetahui terlebih dahulu informasi sebenarnya terkait dengan Kartu Pra Kerja.

Pada dasarnya, tujuan utama dari Kartu Pra Kerja adalah untuk mengurangi tingginya tingkat pengangguran di Indonesia. Melalui Kartu Pra Kerja, pemerintah akan memberikan pelatihan untuk terus mengembangkan kualitas dari sumber daya manusia yang hingga saat ini belum mendapatkan pekerjaan.

Nantinya, kamu yang berhak memiliki Kartu Pra Kerja akan menjalani beberapa training yang disediakan oleh pemerintah. Training ini pun dilakukan sesuai dengan bidang pekerjaan yang sesuai dengan bidang pendidikan kamu. Selain itu, pelatihannya pun dilakukan oleh orang-orang yang telah profesional di bidangnya masing-masing untuk dapat mengembangkan kreativitas dan kemampuan bidang kamu.

Lokasi trainingnya pun beragam, bisa di beberapa perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), perusahaan swasta, hingga di lembaga pemerintahan. Hal ini disesuaikan dengan bidang yang kamu miliki. Nantinya semua ini akan diserahkan pada Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.

Selanjutnya, kabar terkait dengan pemberian insentif pada dasarnya memang benar. Namun masih banyak masyarakat yang salah dalam mengartikannya. Karena sebenarnya tidak semua pengangguran berhak untuk mendapatkan insentif. Karena insentif yang diberikan oleh pemerintah hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang memiliki Kartu Pra Kerja dan telah mengikuti training.

Nantinya, selama masa transisi yaitu setelah training hingga batas waktu menunggu pekerjaan, seseorang yang memiliki Kartu Pra Kerja akan mendapatkan insentif dari pihak pemerintah. Contohnya seperti ini, apabila seseorang telah menyelesaikan training dan masih belum mendapatkan pekerjaan hingga selama 3 bulan, makanya selama bulan tersebut mereka akan mendapatkan insentif.

Akan tetapi, ketika masuk bulan ke 4 dan mereka sudah berhasil untuk mendapatkan pekerjaan, maka pemberian insentif akan diberhentikan oleh pihak pemerintah. Oleh karena itu, ketika ada seseorang yang beranggapan bahwa Kartu Pra Kerja sebagai kartu sakti yang digunakan untuk menggaji para pengangguran tentunya merupakan asumsi yang salah. Karena sekali lagi, tidak semua pengangguran berhak untuk memiliki Kartu Pra Kerja. Selain itu, apabila kamu ingin mendapatkan insentif dari pemerintah, kamu pun harus sudah melaksanakan training yang diselenggarakan oleh pemerintah.

Selain itu, terkait dengan jumlah insentif yang akan diberikan pihak pemerintah hingga saat ini belum dapat bisa dipastikan jumlah nominalnya karena semuanya masih dalam proses. Untuk itu, sambil menunggu kabar pasti terkait dengan Kartu Pra Kerja, kamu pun harus tetap rajin dalam mencari informasi terbaru terkait dengan lowongan pekerjaan. Semangat dan selamat mencoba!

Bagi kamu yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut terkait dengan Kartu Pra Kerja, kamu bisa membacanya melalui artikel berikut ini: https://www.cekaja.com/info/mengenal-kartu-pra-kerja-janji-baru-joko-widodo/

 

 

Tinggalkan Balasan